TikTok Dipakai Kartel Narkoba untuk Rekrut Penyeludup

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Kamis 03 Februari 2022 14:31 WIB
TikTok dipakai kartel narkoba untuk rektur penyeludup (Foto: NOS)
Share :

JAKARTA - Seorang Gubernur Amerika Serikat (AS) mengutuk TikTok, mengklaim kartel narkoba Meksiko memakai platform tersebut untuk merekrut penyeludup dari negaranya. 

Dilansir dari Metro, Kamis (3/2/2022), pekan lalu Gubernur Texas AS, Greg Abbott, menuduh TikTok mempromosikan perdagangan manusia di wilayahnya dan mengkritik tanggapan pemerintahan Biden.

"Kartel di Meksiko menggunakan TikTok untuk beriklan, merekrut penyelundup di Texas, di San Antonio, Houston, dan kota-kota lain di Texas dan mungkin beberapa negara bagian lain," kata Abbott.

Dia meyampaikan, kartel tersebut juga akan memberikan bayaran bagi siapapun yang mau menyeludupkan narkoba atau orang yang ingin bermigrasi ke AS. Baginya, para kartel juga melakukan perdagangan manusia.

"TikTok seharusnya malu, dikutuk, dan hadus ditindak secara hukum karena mempromosikan perdagangan manusia di Texas dan AS," kecam Abbott.

Disebutkan bahwa TikTok kini memiliki sisi lain sebagai platform media sosial tempat video kelompok pengedar narkoba dan aktivitasnya ditonton ratusan ribu kali.

Konten kartel yang telah beredar di media sosial Meksiko selama bertahun-tahun, mulai membanjiri feed TikTok di AS pada 2020, setelah klip pengejaran kapal berkecepatan tinggi menjadi viral.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya