Hal ini tak lain karena Monna Lisa Evo Tre 16 dikendalikan dengan rangkaian printhead baru yang menampilkan teknologi Precision Core Epson yang canggih. Tak heran, printer ini dapat mencapai kecepatan cetak produksi maksimum 417 meter persegi/jam (300×600 dpi, 1 pass).
Monna Lisa Evo Tre 16. (Foto: MNC Portal Indonesia/Rizqa Leony)
Rangkaian printhead baru ini tentunya sangat berdampak pada kualitas, presisi, kecepatan, dan keandalan untuk hasil yang sangat baik. Selain sangat tahan lama, Monna Lisa Evo Tre 16 juga dirancang untuk perawatan yang mudah guna meminimalkan waktu henti.
Perekat termoplastik konveyor dapat menahan kain dengan kuat dan aman sebagai upaya menghindari kerutan dan ketidakrataan, sehingga mengurangi masalah operasional dan berkontribusi pada penghematan biaya. Perataan warna pun dilakukan secara simetris demi memastikan urutan tumpang tindih warna yang konsisten selama pencetakan dua arah, dengan hasil reproduksi warna dan pola sangat seragam.
Di sisi lain, Lina Mariani menegaskan bahwa metode pencetakan tekstil digital juga dapat memberikan keuntungan pada lingkungan. Seperti halnya penggunaan energi dan air yang sangat minim, sehingga limbah pun dapat diminamilisir agar menjadi lebih ramah lingkungan.
“Penggunaan energi dan pembuangan limbah itu terbilang jauh lebih sedikit dibandingkand engan printer konvensional, ya. Seperti kita tahu bahwa tekstil terkenal dengan limbah airnya yang sangat banyak. Namun, dengan printer digital ini, limbah yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, sehingga lebih sustainable,” ujarnya.