Dalam situs tersebut terdapat keterangan dokumen 'Centralized Server of Ministry of Health of Indonesia'.
Bahkan, untuk meyakinkan calon pembeli, si penjual data juga memberi sampel.
Adapun data yang bocor meliputi hasil Xray scan, anamnesis atau data keluhan utama pasien, foto pasien, CT Scan, hasil tes antigen, surat persetujuan isolasi Covid-19 Hasil laboratorium, ID rujukan, hingga tes EKG
Baca juga: Kebocoran hingga Pencurian Data Masih Jadi Tantangan di 2022
Data yang bocor juga dilengkapi dengan identitas pribadi pasien mulai dari alamat tempat tinggal, tanggal lahir, nomor ponsel, dan NIK.
(Dyah Ratna Meta Novia)