Hasil Penelitian Gangguan Psikologis pada Pengguna TikTok Jadi Kontroversi

Wahyu Sibarani, Jurnalis
Senin 15 November 2021 15:44 WIB
TikTok (Foto: Tech the lead)
Share :

"Kami melihat sosial media dan platform seperti TikTok adalah pemicu utama. Sangat rumit memang, banyak individu yang datang sudah mengalami gejala kecemasan yang tinggi dan sudah mengisolasi diri secara sosial," jelas Dr David Isaacs, Assistant Professor & Division of Pediatric Neurology Pediatrics Assistant dari Vanderbilt University Medical Center Neurology.

Hanya saja penelitian itu justru langsung jadi kontroversi. Banyak peneliti lainnya mengatakan kesimpulan itu terlalu gegabah. Mereka mengatakan TikTok tidak menciptakan tekanan yang besar buat anak-anak muda terutama remaja perempuan.

Gejala yang dialami anak-anak perempuan, dalam bentuk sindrom awal Tourette, merupakan bentuk dari kecemasan, depresi dan stress traumatis yang disebabkan oleh konteks sosial yang lebih luas. “Gangguan psikologis itu terbentuk dari banyak komponen sosial. Gejala awal sindrom Tourette yang ada saat ini masih banyak diperdebatkan,” Rebecca Lester, Profesor Antropologi Sosiokultural di Washington University.

Tidak hanya kalangan peneliti yang menyuarakan keraguan mereka. Berbagai kelompok bantuan sosial penderita Tourette juga menyuarakan kekecewaan mereka. Kebanyakan dari mereka kecewa karena penelitian itu justru mengesankan kalau Tourette dilakukan hanya untuk mencari perhatian.

Ben Brown, pemilik podcast, Tourette's Podcast mengaku sangat kecewa dengan berita yang didramatisir itu. Dia mengatakan pemberitaan itu justru makin membuat penderita Tourette semakin tersudutkan. Padahal mereka sendiri sudah merasa kesulitan untuk diterima masyarakat. "Sekarang ada penelitian yang mengatakan apa yang kita alami tidak aman buat orang lain," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya