“Selain itu, kami juga telah melakukan uji coba blackbox untuk memastikan seluruh fitur bekerja sesuai dengan yang diinginkan,” tegasnya.
Saat ini sendiri aplikasi yang di bawah bimbingan dosen bernama Galih Wasis Wicaksono ini telah siap didaftarkan di play store setelah memakan waktu tiga bulan dalam proses perancangannya.
Terakhir, Ulfah dan kawan-kawan berharap aplikasi ini mampu menyelesaikan masalah kerugian pertanian karena penyakit. Selain itu dapat menjadi langkah baru revolusi industri di dunia pertanian.
"Perkembangan teknologi seharusnya bisa digunakan untuk membantu pertanian dan mempermudah informasi dari pemerintah kepada petani," tandasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)