Sebelumnya, Facebook mengonfirmasi akan terus melarang konten Taliban dari platformnya karena menganggap kelompok itu sebagai organisasi teroris.
Sementara itu, Twitter mengatakan dalam sebuah pernyataan minggu ini bahwa "prioritas utamanya adalah menjaga orang tetap aman, dan kami tetap waspada".
"Situasi di Afghanistan berkembang pesat. Kami juga menyaksikan orang-orang di negara itu menggunakan Twitter untuk mencari bantuan." Twitter telah mendapat sorotan karena penanganan konten terkait Taliban.
(Dyah Ratna Meta Novia)