Dia meminta konsumen non-Afghanistan untuk memperketat fungsi visibilitas untuk melindungi rekan-rekan mereka dari negara tersebut.
Facebook telah memblokir Taliban dari menggunakan layanannya dan menghapus konten yang berisi propaganda mereka.
Seorang juru bicara Facebook Inc mengatakan, perusahaan itu memantau dengan cermat situasi di negara itu. WhatsApp juga akan mengambil tindakan terhadap setiap akun yang terkait dengan organisasi yang terkena sanksi di Afghanistan, yang dapat mencakup penghapusan akun.
Kembalinya Taliban telah menimbulkan kekhawatiran akan menindak kebebasan berbicara dan hak asasi manusia, terutama hak-hak perempuan, dan bahwa negara itu bisa menjadi surga sekali lagi bagi terorisme global.
(Dyah Ratna Meta Novia)