"Misinformasi vaksin banyak sekali, tentang apakah vaksin aman, sudah dites atau belum, bisa mencegah betulan atau tidak," ujar dia.
Misinformasi yang dianggap akan menyesatkan bakal dihapus, ujar dia. Proses untuk memutuskan apakah konten termasuk misinformasi memakan waktu bervariasi.
Bila ada yang ditemukan oleh sistem sebagai konten yang melanggar aturan, konten tersebut bisa cepat dihapus setelah diunggah.
"Tapi kalau harus di-review pengecek konten, bisa memakan waktu."
Misinformasi yang dimaksud adalah informasi salah yang disebar di platform, tapi ada kemungkinan itu disebar secara tidak sengaja. Sementara itu, disinformasi adalah informasi salah yang disebar secara sengaja.
Selain menghapus konten misinformasi yang dianggap membahayakan seperti video manipulasi "deep fakes' yang menipu atau konten menyesatkan yang bisa menghalangi partisipasi politik, Facebook juga mengurangi penyebaran konten yang melanggar aturan serta memberikan label dalam konten agar pengguna bisa memutuskan apakah informasi itu layak untuk dibagikan lagi atau tidak.