Menurut NASA, meskipun gerhana bulan total merupakan fenomena langka, yang sebagian terjadi setidaknya dua kali setahun.
Gerhana bulan parsial berikutnya diperkirakan pada 18-19 November, dan akan terlihat di Amerika Utara dan Selatan, Australia, dan sebagian Eropa dan Asia.
Gerhana bulan Penumbra (Penumbral lunar eclipse)
Gerhana ini terjadi ketika Bulan melewati bayangan penumbra Bumi, yaitu bayangan yang jauh lebih redup.
Karena itulah, gerhana ini sangat halus sehingga persepsi mereka di mata manusia bergantung pada bagian bulan yang memasuki wilayah penumbra: semakin kecil, semakin sulit untuk diamati.
Karena alasan inilah, gerhana ini acapkali bahkan tidak disebutkan dalam kalender yang ditujukan bagi setiap orang selain ilmuwan.
GERHANA BINTANG (STELLAR ECLIPSES)
Tidak semua gerhana melibatkan Matahari dan Bulan kita: bintang-bintang yang jauh juga bisa mengalami gerhana.
"50% bintang berada dalam dua sistem bintang atau lebih," jelas Beamín dalam bukunya "Illustrated Astronomy", yang tersedia gratis secara online.
"Karena ada begitu banyak bintang di galaksi kita, beberapa dari bintang biner itu [sistem bintang yang terdiri dari dua bintang yang mengitari pusat massa yang sama] mengorbit di bidang yang sangat sejajar dengan Bumi, jadi pada bagian tertentu dari orbitnya, satu bintang lewat di depan yang lain, mengaburkannya, "tambahnya.
"Bintang ganda ini disebut gerhana bintang biner (eclipsing binary stars)."
(DKA)
(Amril Amarullah (Okezone))