Belum ada kabar apakah Suzuki juga merencanakan versi pikap mengingat konsep Jimny Survive untuk Tokyo Auto Salon beberapa tahun lalu memiliki tempat tidur mungil. Jarak sumbu roda yang diperpanjang dan kemungkinan jok belakang dihapus dapat memberi ruang untuk tempat tidur truk yang lebih besar, tapi masih harus dilihat apakah itu akan terjadi.
Masalah yang lebih mendesak adalah status Jimny di Eropa, karena pada tahun 2020 Suzuki terpaksa mengubah model saat ini menjadi kendaraan komersial dua tempat duduk guna membantu memenuhi emisi CO2 rata-rata armada perusahaan. Homologasi Jimny sebagai kendaraan komersial berarti unit harus tunduk pada target rata-rata armada UE yang jauh lebih ketat yaitu 147 gr/km daripada 95 gr/km untuk mobil penumpang.
Dalam skenario yang ideal, Jimny LWB akan memiliki mesin yang lebih efisien (dan bertenaga) daripada mesin 1.5-liter yang disedot secara alami dengan tenaga 100 tenaga kuda yang ditawarkan saat ini. Mesin yang lebih tipis, mungkin dengan bantuan hibridisasi dan turbocharging, akan mengembalikan versi penumpang, tapi itu hanya angan-angan pada saat ini.
Suzuki diperkirakan akan mengungkap Jimny yang membentang akhir tahun ini ketika turunan empat pintu itu juga bisa bergabung. Dari apa yang kita dengar, versi dengan pintu belakang akan dirakit di India dengan menggunakan kit yang diimpor dari Jepang. Yang publik otomotif harapkan, pabrikan memiliki rencana global untuk Jimny yang lebih ramah keluarga.
(Amril Amarullah (Okezone))