Selain meminta izin untuk membaca notifikasi, aplikasi juga meminta akses mengganggu di latar belakang serta menarik aplikasi lain, yang berarti aplikasi tersebut dapat menutupi aplikasi lain yang berjalan di perangkat yang dapat digunakan untuk mencuri kredensial dan informasi sensitif tambahan.
Baca Juga: Waspada, Data Pribadi Bocor Gara-Gara Install Aplikasi VPN Gratis
Dalam versi terbarunya, kode malware itu hanya bisa mengirim pesan otomatis ke kontak WhatsApp namun tak menutup kemungkinan ke depannya fitur ini bisa diperbaharui oleh pengembang malware untuk mengakses aplikasi pertukaran pesan lainnya yang memiliki fitur quick reply.
Meskipun pesan hanya dikirim satu kali per jam ke kontak yang sama, konten pesan dan tautan ke aplikasi diambil dari server jarak jauh, hal ini meningkatkan kemungkinan malware dapat digunakan untuk mendistribusikan situs web dan aplikasi berbahaya lainnya.
"Saya tidak ingat membaca dan menganalisis malware android yang memiliki fungsi seperti ini untuk menyebar sendiri melalui pesan WhatsApp," tuturnya.
(Amril Amarullah (Okezone))