Awas! Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Jangan Minum Miras

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 06 Januari 2021 11:07 WIB
Foto: Okezone
Share :

Menurut literatur ilmiah tentang alkohol dan sistem kekebalan tubuh, alkohol berlebih merupakan imunosupresan sehingga orang yang banyak minum lebih mudah terkena infeksi.

“Peminum berat memiliki banyak masalah dan fungsi kekebalan yang buruk adalah salah satunya,” kata ahli imunologi, Eleanor Riley, dari Universitas Edinburgh, Inggris.

Pekan ini, Anna Popova, Kepala Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan tentang Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia (Rospotrebnadzor), memicu kontroversi di Rusia ketika dia menyarankan orang Rusia untuk berhenti minum alkohol dua pekan sebelum vaksinasi pertama mereka dan untuk selanjutnya. Tepatnya tiga pekan setelah yang kedua. Ada jeda tiga minggu antara suntikan, jadi total delapan pekan tanpa minuman keras atau miras.

Dalam laporan yang sama, Kirill Dmitriev, CEO dari Dana Investasi Langsung Rusia, yang mendanai program Sputnik V, mengatakan, larangan miras berlaku untuk semua vaksin. "Tidak ada yang khusus tentang vaksin Sputnik yang membuatnya lebih rentan terhadap konsumsi alkohol," katanya mengingatkan.

Larangan mengonsumsi miras ikut direspons Paul Klenerman dari Universitas Oxford. “Tidak diragukan lagi bahwa alkohol berlebih yang kronis memiliki dampak yang signifikan pada banyak aspek kekebalan,” katanya. “Yang tidak jelas adalah apakah jumlah kecil saja akan berdampak signifikan. Jadi itu masuk akal dan Anda bisa sangat berhati-hati dan mengatakan menghindarinya. Negara yang berbeda mungkin akan memberikan panduan yang berbeda," tandasnya.

New Scientist melakukan kontak dengan sukarelawan di uji coba vaksin Inggris yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford. Mereka mengatakan, tidak ada instruksi untuk pantang alkohol selama vaksinasi.

Seorang sukarelawan pada uji klinis vaksin Imperial College London yang berbasis di Inggris, juga mengatakan, tidak ada persyaratan untuk menghindari alkohol. Namun, lembar informasi yang diberikan kepada peserta uji coba mengatakan orang dengan "kecurigaan atau ketergantungan alkohol atau narkoba saat ini" tidak dapat mengambil bagian dalam penelitian. Tidak dijelaskan apa alasannya.

Sementara itu, Pfizer, mengatakan, tidak ada peringatan tentang konsumsi alkohol yang diberikan kepada penerima vaksin yang telah dikembangkannya dengan BioNTech. AstraZeneca, yang telah menandatangani kesepakatan untuk berkolaborasi dengan proyek Sputnik V, tidak menanggapi permintaan informasi tentang alkohol dan vaksinasi. (sst)

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya