Menurut laporan Science Alert, kasus kura-kura flapshell kuning ini mirip dengan piealbinisme, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kekurangan semua pigmen di tubuh. Namun pada kura-kura pigmen pteridin kuning menjadi warna dominan bersama dengan pigmen mata.
Baca juga: Fosil Kura-Kura Sebesar Mobil Ditemukan di Kolombia dan Venezuela
Fenomena ini disebut chromatic leucism, dan para peneliti mengatakan bahwa itu bisa memberikan warna yang paling memesona. Selain itu, peneliti menyebutnya sebagai fenomena yang relatif umum karena banyaknya kejadian yang mampu ditemukan masyarakat penyu kuning, khususnya di Asia Selatan.
Meskipun mungkin terlihat menarik bagi banyak orang, seperti hiu albino dan hewan albino lainnya, kekurangan pigmen bisa menjadi beban. Akan lebih sulit bagi mereka untuk berkamuflase, yang akan menarik lebih banyak predator. Itulah mengapa mereka sering diselamatkan dan dipindahkan ke penangkaran.
Baca juga: Es Laut Mencair, 3.000 Walrus Ditemukan Berhimpitan di Pantai
(Hantoro)