Studi baru mencatat itu bisa jauh lebih mudah diakses daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dengan demikian, air tersebut dapat digunakan untuk minum, suplai bahan bakar, dan penggunaan lainnya.
Air sebelumnya diyakini hanya ada di area bulan yang selalu dalam bayang-bayang dan tidak menerima sinar matahari, sehingga berbahaya dan dingin untuk diakses astronaut.
Pada 2018, sekelompok peneliti terpisah menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa air di bulan mungkin lebih mudah diakses daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Penemuan ini datang sebelum program Artemis NASA, yang dimaksudkan untuk mendaratkan astronaut Amerika di bulan pada 2024, serta membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di satelit alami Bumi itu.
(Ahmad Luthfi)