Para peneliti menggunakan catatan dari inti sedimen laut yang dibor dari dasar laut di Samudera Arktik dan Atlantik Utara untuk mendapatkan informasi rinci tentang es laut selama 1400 tahun terakhir.
Hasilnya, inti yang dibor mengandung senyawa organisme bersel tunggal yang hidup di suhu air yang berbeda, dan puing-puing es laut terangkat kemudian terbawa jarak jauh.
Baca juga: Miliki Kondisi Ekstrem, Venus Disebut Bagaikan "Planet Neraka"
(Hantoro)