Informasi pemecatan karyawan Ford mencuat setelah CEO Ford, Jim Hackett, berencana pensiun. Kursi kepemimpinan akan diambil alih oleh Jim Farley mulai 1 Oktober 2020.
Sepanjang dinahkodai Hackett, sebanyak 2.300 karyawan Ford merasakan pemangkasan gaji. Kini, pemecatan di Amerika Utara diharapkan lebih kondusif. Demikian dilansir dari Sindonews.com.
Sebelumnya, sepanjang tahun lalu, Ford telah menghilangkan ribuan pekerjaan di Eropa. Ford juga telah memberhentikan 7.000 karyawan bergaji tetap di seluruh dunia.
Melalui program ini, perusahaan berharap dapat berhemat USD600 juta atau sekitar Rp8,74 triliun.
(Widi Agustian)