Tapi, Epic Games kembali membalas melalui unggahan di akun Twitternya @TimSweeneyEpic, Sweeney secara tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya Apple telah menyampaikan pernyataan yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta.
“Pernyataan Apple menyesatkan. Anda dapat membaca email saya di arsip Apple, yang tersedia untuk umum. Saya secara khusus mengatakan dalam permintaan Epic kepada eksekutif Apple, ‘Kami berharap Apple juga akan membuat opsi ini tersedia secara merata untuk semua pengembang iOS ...’,” tulis Tim Sweeney pada akun Twitter.
Apple's statement is misleading. You can read my email in Apple's filing, which is publicly available. I specifically said in Epic's request to the Apple execs, "We hope that Apple will also make these options equally available to all iOS developers..." https://t.co/yRio08fPSy pic.twitter.com/HsqjApFQeo
— Tim Sweeney (@TimSweeneyEpic) August 21, 2020
Melanjutkan unggahan tersebut, ia kembali melampirkan dua buah email dan potongan kalimat yang ia tekankan. Ini dianggapnya sebagai bukti lain bahwa email yang dikirimkan tidak mengindikasikan praktik anti-persaingan sebagaimana yang tuduhan Apple.
Terlepas dari adu tuduhan ini, hingga kini permasalahan Epic Games dan Apple masih berlanjut. Apple menyatakan bahwa Epic dapat kembali pada platform App Store selama pengajuan pembayaran mandiri pada Juni lalu dibatalkan. Tapi, bagi pengguna iOS yang telah memiliki aplikasi Fornite, game tersebut masih dapat dimainkan di ponsel mereka.
(Martin Bagya Kertiyasa)