Atmosfer berawan dan angin kencang di Venus memang diketahui dapat menciptakan gelombang gas yang sangat besar, tetapi tida ada yang seperti saat ini. Para peneliti menemukan anomali aneh tersebut setelah mempelajari gambar inframerah yang diambil oleh pengorbit Venus Jepang Akatsuki antara tahun 2016 dan 2018.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh badan antariksa Jepang JAXA, berpendapat gelombang gas dapat membantu memecahkan misteri seputar efek rumah kaca misterius di Venus. Ilmuwan JAXA Dr.Javier mengatakan bahwa gangguan tidak dapat diamati dalam gambar ultraviolet yang merasakan puncak awan pada ketinggian sekitar 70 kilometer (43 mil) dan memastikan sifat gelombang sangat penting.
Peneliti akhirnya menemukan gelombang yang membawa momentum dan energi dari atmosfer dalam, dan menghilang sebelum tiba di puncak awan. Namun, saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui mekanisme apa yang bertanggung jawab atas gelombang awan. Dan pengamatan lebih lanjut sedang dilakukan dalam upaya untuk menjelaskan fenomena misterius tersebut.
(Martin Bagya Kertiyasa)