SOLO - Peran helm tentu sangat besar bagi pengendara sepeda motor. Tetapi, ada banyak alasan yang kerap dikemukakan pengguna kendaraan bermotor yang enggan pakai helm.
Mulai hanya jarak dekat, lupa, sampai khawatir sisiran rambut acak-acakan karena pakai helm. Padahal, helm yang menjadi pelindung kepala bisa menurunkan dampak kecelakaan.
Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebutkan tingkat kecelakaan yang melibatkan sepeda motor 10 kali lipat dibanding mobil. Baik pengemudi maupun penumpang sama-sama berisiko mengalami kematian atau cacat seumur hidup.
”Selalu gunakan helm yang sesuai standar dengan benar saat mengemudi atau menumpang. Pakai helm dengan benar dapat menurunkan resiko kematian hingga 40% dan resiko luka parah lebih dari 70%,” sebut Korlantas Polri dalam laman resminya, dilansir dari Solopos, Senin (3/8/2020).
Baca juga: Mobil Klasik Mercedes-Benz Tahun 1961 Laku Rp13,4 Miliar
Meski hampir semua orang tahu mengenai pentingnya pakai helm saat berkendara, namun kesadaran mengenakan helm belum terlalu baik. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan hanya 33,7% orang Indonesia yang selalu pakai helm saat berkendara.
Sisanya, 42,4% kadang-kadang mengenakan helm. Bahkan, ada 23,9% orang yang tidak pernah mengenakan helm saat berkendara. Meski kesadaran mengenakan helm tergolong rendah, namun sebagian besar sudah sadar mengenakan helm standar yang terkancing.
Sebanyak 91,4% orang menggunakan helm standar terkancing, 8% pakai helm standar tidak terkancing, dan sisanya 0,6% mengenakan helm tidak standar seperti helm sepeda sampai helm proyek.
Bila ditilik mengenai kesadaran mengenakan helm, orang Kalimantan Utara paling rajin mengenakan helm. Dalam data itu disebutkan 55,4% orang Kalimantan Utara selalu mengenakan helm.
Sedangkan penduduk yang malas pakai helm berasal dari Papua. Di provinsi itu, 51,2% tidak pernah pakai helm saat berkendara.