JAKARTA - Sepertiga dari penjualan mobil baru di seluruh dunia diperkirakan adalah mobil bertenaga listrik. Paling tidak, hal ini akan terealisasi pada 2030.
Hal tersebut terungkap berdasarkan studi yang dilakukan oleh Deloitte. Demikian dikutip dari Carscoops, Rabu (29/7/2020).
Riset ini memproyeksi bahwa sekira 31,1 juta mobil listrik akan dijual setiap tahun pada 2030. Angka ini 10 juta lebih banyak dibandingkan dengan perkiraan terakhir dari Januari 2019.
Baca juga: Rem Blong, Ini Cara Menghentikan Mobil dengan Engine Break
Hal lain yang cukup menarik adalah, puncak penjualan mobil berbahan bakar bensin dan kendaraan diesel kemungkinan besar sudah terjadi.
Pasar mobil global diperkirakan belum akan pulih akibat virus corona hingga 2024. Sementara itu, penjualan mobil listrik diperkirakan mencapai 2,5 juta tahun ini saja.
Selanjutnya, penjualan mobil listrik akan mulai naik secara bertahap. Secara rata-rata, penjualan mobil listrik diproyeksi tumbuh 29% per tahun.
"Harga mobil listrik sekarang ini memang masih mahal. Tapi, seiring waktu, harga mobil listrik tidak bakal jauh dari harga mobil bensin atau diesel dan penjualan mobil listrik akan meningkat," kata periset dari Deloitte, Jamie Hamilton.
"Jangkauan mobil listrik yang kian luas, dikombinasikan dengan pasar mobil bekas akan membuat mobil listrik menjadi pilihan yang lebih layak bagi banyak orang," tambah Hamilton.
Selain itu, ada juga sederet faktor yang membuat orang membeli mobil listrik. Misalnya, insentif dari pemerintah, ketatnya peraturan emisi serta beragam model yang tersedia di pasar.
Saat ini, produk mobil listrik telah tersedia dalam berbagai jenis dan mobil. Misalnya sedan, SUV, dan bahkan hypercar.
(Widi Agustian)