"Setiap tahun, kami menyediakan ratusan spesimen meteorit untuk dipelajari para ilmuwan di seluruh dunia," kata Profesor Caroline Smith, kepala Koleksi Ilmu Bumi di Museum, kurator utama Meteorit, dan anggota Tim Ilmu Pengetahuan Mars 2020.
Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kiamat dalam Penjelasan Alquran dan Sains
Menurutnya, meteorit SaU 008 ini sekuat sepatu bot tua, berbeda dengan beberapa meteorit Mars yang mereka miliki sangat rapuh. Selain itu, mereka akan mempelajari sampel untuk memahami interaksi kimia antara permukaan Mars, dan atmosfernya.
Selain berburu sampel untuk dibawa kembali ke Bumi, mereka juga akan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu. Kawah Jazero dipilih sebagai lokasi pendaratan karena diyakini sebagai lingkungan yang paling banyak dihuni di masa lalu, dengan menggunakan teknologi mereka juga akan melihat apakah oksigen dapat dihasilkan dari karbon dioksida di atmosfer Mars.
(Ahmad Luthfi)