Namun, vaksin lain kurang stabil dan harus disimpan dalam keadaan 'rantai dingin.'
Ini artinya vaksin itu hanya bisa efektif apabila disimpan dalam ruangan bersuhu antara dua sampai delapan derajat Celcius. Suhu ini harus dijaga sepanjang perjalanan dari tempat produksi ke orang yang akan disuntik -- kemungkinan ribuan kilometer jauhnya.
Apabila ada kebocoran dalam proses pendinginan, artinya jutaan vaksin rusak.
Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), separuh vaksinnya rusak karena ini.
Ini karena protein dalam vaksin berubah pada suhu lebih tinggi, dan tidak ada yang bisa memulihkannya ke bentuk semula.
Sekelompok tim pada Universitas Bath telah berusaha mencari tahu bagaimana mencegah protein berubah.