Peneliti Scripps sebelumnya telah menunjukkan nilai wearable dalam memprediksi influenza dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari di jurnal Inggris The Lancet.
Indikasi awal menunjukkan bahwa perangkat "memiliki potensi untuk mengidentifikasi orang yang presimptomatik tetapi masih menular," kata Jennifer Radin, ahli epidemiologi Scripps yang memimpin penelitian.
Radin mengatakan pada konferensi online yang membahas penelitian bahwa produk yang dapat dipakai mendeteksi "perubahan halus yang mengindikasikan Anda terserang penyakit virus" sebelum timbulnya gejala.
Peneliti Scripps mengatakan mereka berharap untuk menunjukkan bahwa data wearables mungkin lebih dapat diandalkan daripada pemeriksaan suhu.
"Empat puluh persen orang yang datang dengan Covid tidak mengalami demam," kata Radin.