JAKARTA- Belakangan ini aplikasi video konferensi cukup populer untuk mendukung masyarakat bekerja dari rumah. Dengan aplikasi video konferensi mereka tetap bisa rapat jarak jauh. Ada banyak aplikasi video konferensi yang bisa menjadi alternatif pilihan seperti halnya Skype, Zoom, Google Hangouts, dan Go To Meeting.
Aplikasi tersebut juga rentan keamanan. Contohnya Zoom yang beberapa waktu lalu yang tentang diserang hacker dan membagikan data ke Facebook. Berikut beberapa langkah untuk meningkatkan privasi dan keamanan saat menggunakan aplikasi video konferensi:
1. Enkripsi
Pertama-tama enkripsi seluruh data audio dan video melalui perangkat lunak yang sesuai untuk melindungi privasi Anda.
2. Pastikan Server Aman
Pastikan server yang Anda gunakan aman. Server aman membantu perusahaan menjaga privasi karyawan tanpa mengurangi komunikasi penting. Mereka dapat memilih pendekatan P2P.
3. Hosting Mandiri
Perangkat lunak konferensi video hosting mandiri memiliki keuntungan tambahan. Tidak ada layanan komputasi awan pusat yang dapat bertindak sebagai jaring untuk semua data Anda.
4. Selalu Perbarui Aplikasi
Pastikan perangkat lunak konferensi video yang Anda gunakan selalu diperbarui. Dengan pembaruan aplikasi setidaknya Anda menguprade keamanan aplikasi. Sehingga tidak rentan diserang hacker.
5. Menggunakan Sistem Masuk Tunggal
Gunakan Sistem Masuk Tunggal untuk otentikasi pengguna, karena hal itu mengurangi risiko kehilangan atau kompromi kredensial pengguna. Ini memungkinkan tim keamanan IT untuk mengidentifikasi pelanggaran dan mengunci sistem untuk mengontrol kerusakan.
(Amril Amarullah (Okezone))