Menteri Johnny menambahkan, perkembangan teknologi yang begitu pesat di era digital seperti sekarang dapat membuat berita hoaks atau disinformasi dapat beredar luas dalam waktu yang singkat. “Apalagi penyebaran hoaks jadi kebiasaan yang kadang-kadang tidak bertanggung jawab. Asal melihat judul, di-forward. Hoaksnya cuma satu tapi karena forward-nya masif, masyarakat yang dijangkau jadi jutaan dan jutaan lah masyarakat yang diberikan informasi salah,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar penyebar hoaks tidak mengerti bahwa berita yang disebarkan merupakan informasi yang salah. Mereka hanya asal membagikan informasi yang didapat tanpa mencari tahu sumber informasi tersebut.
Menteri juga meminta agar masyarakat memastikan kebenaran dan sumber berita/informasi yang didapatkan sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Sebab, berita hoaks dapat merusak kepentingan ekonomi, politik, lingkungan, bahkan merusak bangsa.
(Gabriel Abdi Susanto)