Para ilmuwan dari Institut Kesehatan Nasional (The National Institute of Health - NIH) yang berkantor pusat di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat sedang mengembangkan vaksin untuk melawan virus baru virus korona yang telah menginfeksi ratusan orang dan menyebabkan 4 nyawa melayang di Asia.
“NIH sedang dalam proses tahap pertama mengembangkan vaksin ini,”ujar Direktur Nasional Bidang Alergi dan Penyakit Menular Institut Kesehatan Nasional Dr. Anthony Fauci, Selasa (21/01/2020).
Fauci menyebutkan, proses ini bakal butuh beberapa bulan hingga fase pertama uji klinis bisa dijalankan dan lebih dari setahun vaksin ini baru bisa digunakan.
Virus ini dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 200 orang pada akhir Desember tahun lalu menurut Pemerintah China. Paling banyak terjadi di China dan sekarang sudah menyebar ke Thailand, Korea Selatan dan Jepang.
Virus ini aslinya menyerang binatang dan sekarang sudah dapat menular antarmanusia. Bermula di sebuah pasar di Kota Wuhan, 700 mil sebelah selatan Beijing.
Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernapasan mulai dari flu biasa hingga kondisi parah seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang telah menewaskan hampir 800 orang pada 2003.