Rancangan peruntukan alat transportasi ini disebut siap diterapkan pada kawasan kampus, bandara, hingga taman wisata. Kemudahan operasional kendaraan ini juga didukung dengan klaim bahwa sistem penyesuaian gravitasi Segway mencegah pengendara terguling selama menggunakan S-pod tersebut.
Segway belum mengonfirmasi kemungkinan untuk memproduksi alat transportasinya secara luas. Berdasarkan fenomena pembatasan skuter elektrik di sejumlah negara, ada perkiraan penerimaannya sebagai alat transportasi pribadi di wilayah perkotaan cukup sulit untuk diterapkan.
Sebelumnya perusahaan yang sama sempat mengambil langkah untuk mengembangkan dan menyiapkan dua tipe motor trail listrik. Tenaga penggerak kedua motor itu berasal dari motor berkekuatan 3 kW dan 5 kW, dengan variasi jarak jelajah sekitar 50 sampai 120 kilometer. Produk bernama Segway X160 dan Segway X260 diperkirakan mulai meluncur akhir 2020 nanti. (MUF)
(Gabriel Abdi Susanto)