JAKARTA - Kaspersky, perusahaan keamanan cyber telah merilis laporan berjudul "Story of the Year 2019". Dalam laporan tersebut, para peneliti dari Kaspersky membahas tren ransomware yang sedang meningkat, terutama serangan pada lembaga pemerintah.
Dilansir dari Asianage, Kaspersky mengamati bahwa setidaknya ada 174 serangan ransomware ke lembaga pemerintah dengan lebih dari 3.000 bagian organisasi di bawahnya. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi peningkatan 60 persen dari 2018.
Jumlah tebusan uang yang diminta oleh penyerang sangat bervariasi, mulai dari 1 juta dolar AS hingga 5 juta dolar AS atau setara Rp63 miliar. Jenis malware yang digunakan untuk menyerang bervariasi.
Namun, ada tiga nama malware yang paling terkenal menurut Kaspersky, yaitu Ryuk, Purga, dan STOP. RYUK telah muncul sebagai ancaman lebih dari setahun yang lalu.
Baca juga: Aplikasi BMKG Ungkap Malam Tahun Baru Muncul Hujan