SHANGHAI - Pabrik milik Tesla di Shanghai, China bersiap mengirimkan gelombang perdana kendaraan rakitannya pada pekan ini. Konsumen mobil varian Tesla Model 3 perdana buatan China tersebut berasal dari lingkungan karyawan fasilitas produksi, yang belum genap setahun beroperasi.
Jumlah unit kendaraan yang dikirimkan pada gelombang perdana ini mencapai 15 mobil, sekaligus menjadi produk rakitan Tesla di luar Amerika Serikat pertama yang resmi beredar di jalanan. Pengiriman tersebut juga mengantarkan Tesla mencatatkan rekor sebagai produsen global di China.
Catatan positif tersebut berasal dari keberhasilan Tesla mengantarkan produk mobil buatannya tepat 357 hari, sejak pembangunan pabrik di Shanghai berawal. Fasilitas produksi bernama Tesla Gigafactory 3 tersebut kabarnya ditargetkan dapat merakit 250.000 unit kendaraan per tahun.
Pembangunan fasilitas produksi pertama Tesla di luar Amerika Serikat itu dimulai pada Januari lalu. Sedangkan, proses produksi perdana dimulai pada Oktober, dengan fokus pada perakitan Tesla Model 3. Nantinya, pabrik ini juga disebut akan ikut memproduksi varian lain yakni Tesla Model Y.
Tipe paling dasar dari Tesla Model 3 menggunakan rangkaian motor penggerak berkekuatan 340 Hp, dengan sumber tenaga paket baterai berkapasitas 50 kWh. Varian standar tersebut diperkirakan memiliki jarak jelajah realistis mencapai 354 kilometer. Tesla Model 3 menjadi produk terbaru di pangsa pasar mobil listrik China yang menyerap 1,3 juta unit kendaraan elektrifikasi tahun lalu.
Pabrik milik Tesla yang beroperasi di China mendapat dukungan penuh otoritas setempat melalui sejumlah kebijakan. Termasuk membebaskan seluruh lini kendaraan listrik buatan Tesla dari beban pajak pembelian, dengan memasukkannya dalam daftar kendaraan berbasis energi terbarukan.
Banderol mobil listrik Tesla Model 3 buatan China tersebut mencapai 355.800 Yuan atau sekitar Rp709,8 juta, sebelum mendapatkan subsidi. Tesla menyebut ingin mengirimkan lebih banyak mobil baru dari pabriknya tersebut, sebelum momentum perayaan Tahun Baru China atau Imlek pada akhir Januari mendatang.
(Mufrod)