Dampak Positif Hadirnya Fasilitas Uji Tabrak di Indonesia

Medikantyo, Jurnalis
Selasa 24 Desember 2019 19:35 WIB
Ilustrasi pengujian tabrak alias crash test pada unit mobil keluaran Tesla (Foto: Okezone.com/Istimewa)
Share :

JAKARTA - Keputusan Kementerian Perhubungan dalam membangun fasilitas uji tabrak di Bekasi, Jawa Barat pada pertengahn tahun depan mendapat reaksi positif dari pengamat otomotif. Keberadaannya diyakini mendorong kesadaran keselamatan berkendara di tengah masyarakat.

Bahkan menurut Executive Director Indonesia Defensive Driving Center, Bintarto Agung, menilai perencanaan fasilitas uji tabrak tersebut dinilai sebagai awal pembuatan standar keamanan unit kendaraan yang di produksi di Indonesia.

Hadirnya fasilitas uji tabrak juga diharapkan mampu menghasilkan informasi bagi konsumen terkait kendaraan yang memiliki tingkat keamanan tinggi dengan kendaraan yang minim fitur keamanan yang ditawarkan produsen otomotif yang ada di tanah air.

 

"Jika sosialiasi berjalan serius, dapat terbentuk kesadaran masyarakat mengenai standar keamanan kendaraan," kata Bintarto menambahkan.

Fitur penunjang keamanan pengendara dari sebuah kendaraan sendiri tidak selalu menjadi faktor terselenggaranya keselamatan mengemudi di jalan raya. Pengaruh lain datang dari kemauan pengguna kendaraan untuk dapat mematuhi aturan lalu-lintas serta menggunakan fitur sesuai peruntukan.

Penerapan standar keamanan beserta sosialiasinya menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran keselamatan berkendara secara luas. "Membangun kesadaran seperti ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan agar dapat membuahkan hasil," ucap Bintarto kepada Okezone.

Bintarto juga mendorong Kemenhub untuk dapat melakukan kolaborasi dengan lembaga non-pemerintah maupun akademisi, untuk menyiapkan standar keamanan kendaraan skala nasional di masa mendatang. "Saya rasa banyak akademisi serta lembaga yang memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang ini," kata Bintarto.

 

Lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas uji tabrak di bawah Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor memiliki luas 90 hektar. "Saat ini masih dalam proses pembuatan berkas lelang proyek pembangunan," ujar Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, Sigit Irfansyah.

(Mufrod)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya