JAKARTA - Ditengah sulitnya bahan bakar minyak yang diprediksi kian menipis cadangannya, industri otomotif mulai mencari alternatif baru yakni bahan bakar hydrogen dan listrik sebagai penggantinya. Industry otomotif kini sedang berlomba untuk menguji mobil berbahan bakar yang menggunakan hidrogen. Selain mobil yang berbahan bakar listrik, mobil yang menggunakan hidrogen menjadi salah satu opsi menarik sebagai energi pengganti.
Meski saat ini kebanyakan industri otomotif menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya, ada 2 pabrikan asal Jepang yang mengusung hydrogen sebagai bahan bakarnya. Seperti Toyota dengan Mirai-nya dan Hyundai dengan Nexo-nya.
Beberapa pabrikan asal Eropa juga tak mau kalah dengan menggunakan hydrogen sebagai bahan bakarnya. Seperti Mercedes dengan model GLC F-Cell SUV dan BMW X5 yang berbahan bakar hydrogen yang akan diluncurkan pada tahun 2022.
Mobil yang berbahan bakar hydrogen ini dinilai lebih efisien dibanding dengan mobil yang menggunakan bahan bakar listrik. "Jika tak berhati-hati, kita akan berakhir dengan mobil berbaterai besar yang mana lebih berat, sehingga ketika melaju di autobahn jarak tempuhnya akan berkurang juga. Oleh karena itu teknologi lain harus masuk, yang berpotensi besar adalah hidrogen," ujar kepala teknis Jaguar Land Rover, Nick Rogers.