JAKARTA- Peluncuran ponsel Hydrogen pada Mei 2018 telah ditunggu sebaguan banya orang. Pasalnya ponsel ini sibuat oleh perusahaan kamera terkenal di dunia RED.
Meskipun demikian, ponsel mendapatkan kritik pedas karena tidak hadir dengan kualitas yang diinginkan. Mulai dari layar 3D yang dianggap gimmick, kamera yang tidak begitu istimewa, dan banyak lagi.
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Jadi Trending Topik di Twitter, Ini Komentar Netizen
Rencana untuk memproduksi ponsel Hydrogen pun dibatalkan, ketika pendirinya meninggalkan perusahaan.
"Saya telah menghabiskan 45 tahun terakhir membangun "penemuan yang dibungkus dengan seni". Baru saja berusia 70 dan memiliki beberapa masalah kesehatan, sekarang saatnya bagi saya untuk pensiun. Saya akan menutup proyek Hydrogen, mengakhiri karir yang mencakup Oakley, RED Digital Cinema dan Hydrogen. Saya sangat bangga telah bekerja dengan banyak orang hebat selama bertahun-tahun yang telah menandatangani visi tersebut," kata Jim Jannard, pendiri RED, seperti dilansir dari laman Android Police, Minggu (27/10/2019).
Pada Maret 2019 dikabarkan bahwa ponsel Hydrogen akan diproduksi. Kemudian, pada Juli 2019 juga dikabarkan bahwa model kedua akan diumumkan dengan modul kamera 8K.
Baca Juga: Mirip Tablet, Ponsel Lipat TCL Bisa Dibentangkan hingga 10 Inci
Baca Juga: Menkominfo Butuh Wakil Menteri? Ini Kata Pengamat
(Angelina M Donna Ariyanti)