Dari 1.307 tenant (periode 2014 – 2019), tersebut terdapat 13 tenant dewasa dengan omzet lebih dari 1 miliar Rupiah per tahun. Tujuh belas (17) tenant berkembang dengan omzet 500 juta hingga 1 miliar Rupiah per tahun, serta 79 tenant dengan omzet 100 juta hingga 500 juta Rupiah per tahun. Lima besar provinsi dengan jumlah tenant terbanyak mencakup Jawa Barat (56 tenant), DI Yogyakarta (39 tenant), Jawa Tengah (35 tenant), Jawa Timur (34 tenant), dan DKI Jakarta (15 tenant). Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti sebagai pelaksana program PPBT, CPPBT, dan Inovasi Industri mencanangkan bahw Tahun 2020 akan ada pemerataan jumlah tenant di seluruh Indonesia, terutama diharapkan adanya peningkatan jumlah tenant dari luar Jawa.
“Kami sudah mulai dorong ada afirmasi untuk program CPPBT dan atau PPBT, penugasan khusus pada wilayah tertentu sesuai karakteristik dan sumberdaya manusianya. Kalau di Jawa ini, sudah di kenal bahwa kualitas SDM sudah tinggi dan perguruan tingginya sudah hebat-hebat. Tetapi saya tetap meyakini kualitas SDM di luar Pulau Jawa juga mampu bersaing positif dengan tenant di Pulau Jawa, akan tetapi akan dibuatkan program afirmasi dahulu, sebesar 50 persen untuk tenant dari Pulau Jawa, nach 50% akan tetap diberikan pada tenant yang berasal dari Pulau Jawa”, harap Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe dalam kesempatan yang sama.
Turut hadir dalam kesempatan ini Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Retno Sumekar, serta para media kolega dan sahabat Kemenristekdikti.
(Gabriel Abdi Susanto)