Ilmuwan Asal Indonesia Raih Medali Emas di Pameran Teknologi Internasional China

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Selasa 06 Agustus 2019 11:52 WIB
(Foto: YouTube)
Share :

Hal itu dikatakan ilmuwan muda dunia penemu obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam melalui pesan WhatsApp-nya, Minggu (4/8/2019).

Kegiatan CSITF tersebut merupakan bagian dari kegiatan ke-7 China Shanghai International Technology Fair yang didukung oleh United National Industrial Development Organization, United Nations Development Program dan Work Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). 

Selama di China ia diseleksi cukup ketat dari WIIPA dan kompetisi yang diikutinya dengan tema “Biofar Shirmp Skin Care”. Inovasi ini merupakan penemuan di bidang kesehatan yang teruji mengubah dari bahan alami menjadi obat kulit luar dan dalam pada manusia dan hewan.

Dalam kegiatan tersebut, Ja’far menjadi satu-satunya orang Asia di level dunia mendapat medali emas pertama dari CSITF dan WIIPA. Ia berangkat ke China dari tanggal 16-29 April 2019. Di sana ia disambut oleh KJRI Shanghai dan panitia Lomba.  

Untuk diketahui bahwasanya filosofi CSITF dengan basis inovasi “Biofar Shirmp Skin Care” ini adalah teknologi sangat baik atau kehidupan lebih baik dan dirinya teruji membuat racikan obat penyembuh kena paku, seng dan lain-lain. 

Menurutnya, bahan produk inovatif digunakan dari bahan udang halus kecil segar hidup berkembang biak di bawah bakau. Diproses dalam bentuk dengan bubuk dan salep cair.

Tes pada manusia telah dilakukakan pada salah satu warga yang terkena benda tajam (paku dan seng) karena setelah memberikan udang halus ramuan kental di sekitar luka, hasilnya positif dalam dua jam rasa sakit dan nyeri menurun berkurang secara signifikan.

Pemanfaatan udang juga diuji terhadap pasien dengan rasa gatal di kulit baik di bagian dalam jaringan kulit (epidermis) dan jaringan luar kulit serta dari luar.

Sementara tutur dia, persidangan di lakukan dengan mengajukan permohonan rekatkan ke penderita penyakit kulit dan minumlah. Tes juga dilakukan pada hewan (bebek, ayam, kambing dan kerbau).

“Walaupun saya awalnya sangat sulit mendapatkan dana untuk ke China, namun atas itu semua mampu keluar sebagai pemenang penemu obat luar dan dalam di level dunia yang diikuti 193 negara,” ungkapnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya