Satu inovasi yang datang dari lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor berupa krim penyembuh luka dengan memanfaatkan lendir belut dan kulit pisang. Temuan ini diberi nama Blutadine. Para mahasiswa ini antara lain Futiha Hikmatul Husna, Neng Sinta Noveria Aska, Eka Apriyanti Safitri, Olin Aulia Yunia dan Muhammad Surya Fadhlurrohman. Mereka dibimbing oleh Dr. Laksmi Ambarsari, M.Si. Inovasi ini masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).
Dari penelitian sebelumnya diketahui lendir belut memiliki khasiat menyembuhkan luka. Kandungan glikoprotein, lektin, hemaglutinin dan hemolysin pada lendir belut memiliki peran sebagai angiogenesis dan sebagai faktor antimikroba sehingga efektif sebagai penyembuh luka.
Baca Juga : Mahasiswa Unpad Sulap Tandan Kelapa Sawit Jadi Kain Tenun
Sedangkan kulit pisang memiliki kandungan zat aktif sebagai antibakteri, sehingga mampu mematikan bakteri di sekitar area luka. Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan senyawa bioaktif yang menunjukkan berbagai aktivitas yang berguna, seperti antioksidan, antidermatosis, kemopreventif, antikanker, maupun antiviral.
“Potensi lendir belut dan kulit pisang sebagai penyembuh luka sangat besar namun optimalisasinya hingga sekarang sangat minim. Karena itu, diperlukan pemanfaatan kandungan antimikroba dan potensi penyembuh luka pada limbah lendir belut dan kulit pisang. “Blutadine” merupakan produk krim dari ekstrak lendir belut dan kulit pisang sebagai alternatif penyembuh dan penghilang bekas luka yang aman, efektif, dan ekonomis,” tutur ketua PKM K Blutadine, Futiha Hikmatul Husna seperti dikutip dari laman IPB, Rabu (31/7/2019).