JAKARTA - Sejak diluncurkan pada 2013, Mitsubishi Motor Corporation (MMC) resmi meluncurkan kendaraan SUV pertamanya dengan teknologi hybrid plug-in ke pasar global.
Sebagai SUV dengan karakter kokoh namun memiliki teknologi ramah lingkungan menjadikan Mitsubishi Outlander PHEV sebagai mobil yang banyak diterima konsumen banyak negara. Tak heran selama tujuh tahun dipasarkan, Outlander PHEV mampu terjual sebanyak 200 ribu unit.
Pemasaran yang masih sejak diluncurkan perdana di negara prinsipilnya Jepang, Outlander PHEV kini telah hadir di lebih dari 50 negara seluruh dunia. Pencapaian puncak penjualannya, menjadikan Outlander sebagai mobil ramah lingkungan terlaris di Eropa sejak 2015 hingga tahun lalu.
Teknologi yang canggih membuat Outlander sangat mudah dikendalikan dan nyaman bagi konsumen, dimana Outlander PHEV memiliki arsitektur unik yang terdiri dari motor listrik depan dan motor listrik belakang. Outlander juga diklaim sebagai mobil yang sangat efisien.
Model Outlander PHEV 2019 terbaru memiliki tingkat emisi CO2 lebih rendah, dengan 40 g/km (NEDC Correlated) 46 g/km (WLTP) dan efisiensi bahan bakar sangat baik, dengan 1,8 l/100km (NEDC Correlated) 2,0 l/100km (WLTP) dan kisaran nol-emisi 54 km (NEDC Berkorelasi)/45 km (WLTP).
Outlander PHEV 2019 juga menghadirkan powertrain inovatif dan peningkatan mekanis, termasuk mesin bensin 2.4 liter baru yang sangat efisien. Peningkatan lainnya termasuk, kapasitas baterai (15 persen), output baterai (10 persen), dan output motor belakang (17 persen) peningkatan dinamika berkendara, dan lebih banyak mode mengemudi, termasuk Mode Sport dan Mode Snow.
(Mufrod)