Satelit ini dalam proses lelang saat ini, sekira Juni sudah terlihat konsorsium mana yang menjadi pemenang tender. Dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk membangun, sampai satelit itu bisa meluncur dan masuk orbit.
"Diperkiraan akhir 2022, atau awal 2023 kita sudah punya satelit sendiri untuk menjangkau seluruh pelosok, desa-desa. Tidak ada lagi Indonesia yang tidak bisa masuk internet," katanya.
Kabarnya, menuju 2023, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) akan menyewa satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), satelit Nusantara Satu.
Dikutip dari Kominfo.go.id, Nusantara Satu yang menggunakan teknologi HTS dan Eelctric Propulsion juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan layanan akses internet di seluruh wilayah Indonesia.
Teknologi HTS dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar, dibandingkan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.