JAKARTA - Sehati TeleCTG memperkenalkan mesin TeleCTG yang merupakan versi portable dari alat Cardiotocography (CTG). Mesin ini memiliki ukuran yang kecil, yang bisa dibawa secara mobile.
Selain itu mesin memiliki harga yang lebih murah sekira di bawah Rp20 juta. Sebagai perbandingan, mesin CTG asli berkisar Rp150 jutaan. Kemudian, mesin ini dilengkapi dengan LED 0,96 inci, bluetooth, dan alat transuder.
TeleCTG memiliki beragam fungsi yakni mencatat detak jantung dan irama jantung bayi, memonitor gerakan janin, serta mencatat kontraksi ibu hamil.
Menurut Ari Waluyo, CEO dan Founder TeleCTG alat ini dibuat bermula dari kekhawatirannya atas tingginya angka kematian ibu di Indonesia.
"Kita kalah dengan Vietnam yang lebih rendah angka kematian ibu, itu dilihat dari kualitas kesehatan. Paling penting lagi yakni adanya indikasi keterlambatan mengetahui faktor risiko yang menyebabkan kematian lebih tinggi," kata Ari Waluyo.