Baca Juga: Kecanduan Game Ganggu Anak-Anak Mengerjakan Pekerjaan Rumah
Meskipun masih belum sempurna dan terkadang salah mengidentifikasi hal-hal tertentu. Namun, ini lebih baik dibandingkan dengan seorang ahli patologi yang mengevaluasi slide yang sama. Kerja sama Google dan peneliti ini memang bukan pertama kalinya di mana AI digunakan dalam pengobatan atau kanker.
Sebelumnya, peneliti mengembangkan AI yang dapat mendeteksi kanker kulit, kanker prostat , dan kanker usus. AI tidak akan menggantikan dokter dalam waktu dekat, tetapi tampaknya memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal lebih cepat dan tidak diragukan lagi akan membantu menyelamatkan nyawa manusia.
(Ahmad Luthfi)