Hasilnya, seiring waktu terdapat peningkatan prasangka terhadap robot yang bukan bagian dari kelompok di dalamnya.
“Simulasi kami menunjukkan bahwa prasangka merupakan kekuatan alam dan melalui evolusi, dengan mudah dapat menjadi insentif pada populasi virtual, sehingga merugikan konektivitas yang lebih luas dengan orang lain. Perlindungan dari kelompok prasangka dapat secara tidak sengaja menyebabkan individu membentuk kelompok prasangka lebih lanjut, yang mengakibatkan populasi yang terputus. Prasangka yang meluas seperti itu sulit dibalik," kata dosen Cardiff University, Professor Roger Whitaker.
Dia menambahkan, “Hal ini layak bahwa mesin otonom dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dengan diskriminasi dan mengikuti orang lain bisa di masa rentan terhadap fenomena merugikan yang kita lihat dalam populasi manusia”.
(Ahmad Luthfi)