JAKARTA - Semua orang pasti mungkin pernah membuat kesalahan ketika tidak sengaja membalas tanggapan dari Twitter, seperti yang dialami Elon Musk. Pesan atau kicauan tweet tentang aksinya mengirimkan kapal selam dalam penyelaman di Gua Thailand itu mengakibatkan munculnya sebuah penipuan yang terjadi dalam sebulan terakhir.
Dilansir Bgr, Kamis (26/7/18), setiap mencari dengan keyword Elon Musk, ribuan akun fake dengan identitas display name dan beberapa penyebutan atas nama terkait muncul. Akun menawarkan untuk memberikan berbagai macam pinjaman altcoin seperti Ethereum.
Seperti kegiatan penipuan lainnya, pengguna diminta mengirimkan sejumlah uang jika ingin mendaftar, namun jika diteliti lebih jelas, itu akan menambah pendapatan pada setiap akun itu sendiri.
Jika diperhatikan, ini merupakan masalah yang sederhana untuk dipecahkan, namun terdapat kesulitan dalam mencari histori pencarian jejak Twitter itu sendiri. Tidak heran mengapa penipuan Crypto sudah merajalela sejak berbulan-bulan. Namun, dalam hal ini Twitter telah melakukan kebijakan untuk mengatasi semua masalah itu.
Berdasarkan statement yang disampaikan untuk The Verge, setiap orang dengan akun yang tidak terverifikasi dan menggunakan nama Elon Musk akan dikunci akunnya oleh pihak Twitter. Pengguna wajib mengisi CAPTCHA dan harus memasukan nomor telefon untuk dapat mengaksesnya kembali, hal ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya penipuan crypto dan spam.
Baca juga: Facebook Bangun Anak Perusahaan di China, untuk Apa?