Wikipedia menerangkan, jumlah telur ular bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering.
Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas, bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.
Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya, ular-ular ini tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil.
Baca juga: 7 Perbedaan Game PUBG dan Fortnite, Anda Pilih yang Mana?
Sementara itu, ular buta atau ular kawat (Indotyphlops braminus), yang sejauh ini hanya diketahui yang betinanya, ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan (partenogenesis).