SpaceX Kantongi Izin Gelar Layanan Internet via Satelit

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Minggu 01 April 2018 06:03 WIB
(Foto: Neowin)
Share :

JAKARTA - SpaceX, perusahaan roket dan antariksa baru-baru ini mendapatkan izin dari Federal Communications Commission's (FCC) Amerika Serikat (AS) untuk menyediakan solusi internet nirkabel. Layanan ini ditujukan untuk konsumen dengan menggunakan jaringan satelit.

Dilansir Neowin, Jumat (30/3/2018), SpaceX mengusung proyek mereka yang dinamakan Starlink. Proyek tersebut memperoleh dorongan signifikan sejak September tahun lalu.

Tujuannya adalah untuk menghadirkan internet dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah di seluruh dunia menggunakan 4.425 satelit. Kabarnya, satelit itu akan berada di ketinggian yang berkisar antara 1.110 kilometer hingga 1.325 kilometer.

SpaceX berharap konstelasi Starlink akan dapat mencapai latensi serendah 25 milidetik, yang setara dengan koneksi DSL tetapi tidak secepat kecepatan serat optik langsung ke rumah.

Dalam jangka panjang, Starlink diharapkan dapat membantu memperluas akses internet ke daerah terpencil dan kurang terlayani. Satelit dijadwalkan untuk diluncurkan ke ruang angkasa mulai 2019 hingga 2024.

SpaceX telah mengirim sepasang satelit demonstrasi pertama ke ruang angkasa bulan lalu di atas roket Falcon 9 sebagai bagian dari proposal Starlink.

Menurut FCC, persetujuan tersebut menandai pertama kalinya lembaga tersebut memberikan izin kepada konstelasi satelit berlisensi AS untuk menawarkan layanan broadband menggunakan sistem satelit orbit rendah Bumi yang modern.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya