Trojan perbankan yang disamarkan sebagai pemutar video porno merupakan malware berkedok pornografi terbesar kedua yang paling sering disebar, diikuti malware rooting dan ransomware. Bahkan ransomware sering hadir dalam bentuk aplikasi yang sah untuk situs porno dikenal.
Dalam banyak kasus, ransomware porno menggunakan taktik scareware yaitu mengunci layar perangkat dan menunjukkan pesan yang menyatakan bahwa konten ilegal (biasanya pornografi anak) telah terdeteksi pada perangkat, dan perangkat tersebut telah dikunci.
Untuk membuka kunci perangkat, korban harus membayar uang tebusan. Pesan ini biasanya dilengkapi dengan screenshot dari video porno anak yang sebenarnya.
Demi mencegah permasalahan malware atau penipuan siber terkait konten khusus dewasa, Kaspersky Lab menyarankan pengguna untuk hanya menggunakan website terpercaya. Penjahat siber seringkali membuat situs porno palsu untuk tujuan tunggal yakni menginfeksi korban dengan malware.
Perusahaan anti-virus dan keamanan siber itu juga menganjurkan pengguna tidak memasang aplikasi Android dari sumber yang tidak dikenal meski menjanjikan dapat mengakses konten yang dicari. Sebagai gantinya, gunakan aplikasi resmi dari sumber resmi seperti Google Play.
(Kemas Irawan Nurrachman)