“Idenya di sini adalah dengan penyaringan secara terus-menerus, Anda dapat mengidentifikasi orang-orang yang memiliki hipertensi, yang mungkin mereka pun tidak menyadarinya. Lalu Anda bisa memandu mereka untuk mendapatkan diagnosis akhir yang lebih tepat, yaitu melalui alat ukur tekanan darah dan perawatannya,” kata pemimpin sekaligus pendiri Cardiogram, Johnson Hsieh, sebagaimana dilansir dari Ubergizmo, Selasa (14/11/2017).
Baca juga: Sedih! Jam Pintar Apple Seri 3 Tak Bisa Digunakan di Indonesia, Kenapa?
Apple Telah Akuisisi Perusahaan Sensor Kamera