CALIFORNIA - Badan antariksa NASA telah meluncurkan Curiosity, robot penjelajah yang kini berada di Mars. Badan antariksa asal Negeri Paman Sam itu rupanya mengembangkan robot yang lebih canggih, yang dilengkapi dengan 23 kamera.
Dilansir Newatlas, Jumat (3/11/2017), misi NASA Mars 2020 melibatkan perangkat tak berawak, sebuah rover bertenaga nuklir yang akan membawa 23 kamera dan mampu menampilkan resolusi lebih tinggi.
Baca juga: NASA Curiosity Berburu Material Organik di Mars
Robot juga dapat memiliki kemampuan 3D, bandwidth lebih besar ketimbang penjelajah Mars sebelumnya. Robot bahkan memiliki satu kamera yang diletakan di dalam laboratorium rover untuk memantau pengumpulan dan penyimpanan sampel.
Ilmuwan menyematkan lebih banyak kamera yang memiliki teknologi dan kapabilitas yang ditingkatkan. Jumlah kamera yang bisa dibawa bertambah seiring ukuran dan harganya yang menurun.
Sekadar informasi, Soviet Mars 3, sebuah armada pendarat Mars pada 1971 dilengkapi dua kamera video dasar yang mengirim sebagian gambar. Sayangnya, pesawat luar angkasa itu kabarnya gagal setelah melakukan aktivitas selama 20 detik.
Baca juga: NASA Curiosity Temukan Mars Mampu Pertahankan Suhu Hangat
Pada Agustus 2012 dilaporkan, suara tepuk tangan bergema di ruangan Jet Propulsion Laboratory NASA setelah kendaraan penjelajah Curiosity mengirimkan sinyal telah mendarat di permukaan Mars.
Curiosity telah disiapkan untuk mencapai puncak atmosfer Mars pada kecepatan 13 ribu mil per jam. Jika semuanya sesuai dengan skenario, mesin robotik tersebut pelan-pelan akan turun ke sebuah kawah raksasa menggunakan kabel.
"Pendaratan telah dikonfirmasi. Kami selamat sampai di Mars," ujar teknisi Allen Chen.
Beberapa menit kemudian, Curiosity mengirimkan gambar hitam-putih pertama dari dalam kawah tempat pendaratannya. Gambar itu menunjukkan roda Curiosity beserta bayangannya di bawah matahari sore.
(Ahmad Luthfi)