CALIFORNIA – Qualcomm kali ini kembali menuntut Apple dengan tuduhan bahwa vendor iPhone itu melanggar kontrak lisensi software untuk menguntungkan produsen chip Intel. Intel diketahui telah membuat modem broadband untuk Apple yang sekaligus menyaingi Qualcomm.
Dalam tuntutan hukumnya yang diajukan ke pengadilan California di San Diego, Qualcomm mengatakan bahwa Apple menggunakan leverage komersialnya untuk meminta akses ke software Qualcomm yang sangat rahasia, termasuk kode sumbernya.
Sayangnya Apple menolak memberikan komentar terkait tuntutan Qualcomm tersebut.
Dalam aduannya dijelaskan bahwa Apple diminta berdasarkan kontraknya untuk memastikan bahwa insinyur Apple yang bekerja dengan Qualcomm tidak mengkomunikasikan rincian terkait chip Qualcomm kepada para insinyur Apple yang bekerja dengan Intel.
Namun Qualcomm menuduh bahwa Apple pada Juli lalu telah mengirimkan email ke Qualcomm untuk meminta informasi yang sangat rahasia terkait bagaimana chipnya bekerja pada jaringan nirkabel yang tak dikenal. Apple diduga berperan sebagai Intel dalam email-nya untuk mendapatkan informasi rahasia Qualcomm.
Dalam dugaan lain, Qualcomm menuduh bahwa seorang insinyur Apple yang tengah mengerjakan chip Intel, meminta insinyur Apple di Qualcomm untuk mendapatkan informasi teknis dari Qualcomm.
Apple sendiri telah bermitra dengan Intel untuk merancang chip modem broadband pada iPhone 7. Perseteruan Apple dan Qualcomm seiring waktu belum mereda, hingga belum lama ini dilaporkan Apple tak akan lagi menggunakan chip Qualcomm untuk iPhone dann iPad di tahun 2018. Demikian seperti dilansir Reuters, (3/11/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)