RIYADH – Arab Saudi menjadi negara pertama yang menjadikan robot perempuan sebagai warga negaranya. Robot itu secara sah diberikan kewarganegaraan di wilayah Timur Tengah tersebut.
Langkah ini merupakan upaya Arab Saudi untuk mempromosikan negaranya sebagai tempat untuk mengembangkan artificial intelligence (AI).
Robot yang dinamai Sophia itu muncul tanpa mengenakan abaya maupun penutup kepala atau pakaian lain yang khas digunakan perempuan di Arab Saudi.
“Saya sangat terhormat dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini sejarah robot pertama di dunia yang bisa dikenali dengan kepemilikan kewarganegaraan,” kata robot Spophia di atas panggung.
Hanson Robotics, perusahaan yang mengembangkan robot Sophia menganggapnya sebagai “robot terindah”. Perusahaan terus memberikan pujian kepada Sophia dengan kulitnya yang mirip manusia, hidungnya yang mancung serta senyumnya yang manis.