JAKARTA - Menurut kajian ilmiah, laut mempunyai sifat fisika dan kimia yang tidak homogen. Ketidakhomogenan ini yang menyebabkan laut bergerak dinamis.
Proses yang memicu pergerakan adalah angin dan gradien densitas dalam arah horizontal dan melibatkan rotasi Bumi atau gaya coridis, topografi dasar laut, maupun hubungan satu sama lain antar laut.
Dalam buku Tafsir Ilmi 'Penciptaan Bumi dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai samudera.
Distribusi rapat massa yang tergantung pada tingkat keragaman, temperatur dan tekanan air laut mempunyai peran penting. Aliran arus permukaan yang hangat dari kawasan tropis mengalir melintasi khatulistiwa menuju lautan Atlantik Utara dan Laut Norwegia, untuk kemudian mengalami pendinginan.
Akibat pendinginan ini, terjadi peningkatan rapat massa, dan laut bergerak ke bawah membentuk North Atlantic Deep Water (NADW), sebagai aliran arus bawah dan bergerak menuju lautan Atlantik Selatan, lautan Hindia, dan menuju lautan Pasifik serta bergerak ke permukaan di daerah-daerah terjadinya Upwelg.
Di beberapa tempat di dunia, terjadi pertemuan antara laut dengan tingkat kegaraman yang tinggi dan pendinginan yang kuat. Keadaan ini menyebabkan air laut menyusup ke bawah hingga terjadi arus laut dan menjadi penggerak sirkulasi laut dalam atau yang biasa disebut dengan deep ocean circulation.
Baca juga: Masya Allah, Awal Terciptanya Samudra Dijelaskan Alquran dan Sains
Djamil, seorang ahli kelautan mengatakan bahwa di bawah garis khatulistiwa di lautan Pasifik, Atlantik dan lautan Hindia, terdapat arus yang bergerak melawan arus permukaannya. Air laut yang bergerak dalam aliran arus yang dinamakan Cromwell, bergerak ke timur, menentang aliran arus ke barat, dan antara keduanya terdapat batas.
Batas antara dua aliran arus laut ini, tidak hanya sebatas wilayah yang disebutkan di atas, tetapi juga ditemui di Selat Gibraltar maupun di sebelah timur Jepang.
Batas dua laut ini karena perbedaan sifat fisis laut yakni adanya perbedaan salinitas, densitas (rapat massa), tekanan, suhu dan sifat-sifat fisik maupun kimia lainnya.
Baca juga: Menakjubkan! Alquran dan Sains Jelaskan Fakta-Fakta Laut Mati dan Laut Merah
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?," Surah Ar-Rahman Ayat 19-23.
Dalam ayat Alquran, Allah berfirman mengenai fenomena alam tersebut. Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah menerangkan jauh sebelum manusia menemukan teknologi modern untuk meneliti fakta sains ini.
(Ahmad Luthfi)