Nah Loh, di Australia Tidak Ada Lagi Pabrik Mobil

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Selasa 17 Oktober 2017 15:31 WIB
Mobil jenis Ute (Autoweek)
Share :

SYDNEY - Dalam waktu dekat tidak ada lagi produsen mobil yang memiliki pabrik dan memproduksi kendaraannya di Australia. Pada 4 Oktober Toyota secara resmi menutup pabriknya di Melbourne Australia. Menyusul General Motors (GM) yang akan menghentikan produksi Holden Commodore akhir pekan ini. GM menjadi pabrikan yang terakhir memproduksi mobil di negeri Kanguru itu.

Berhentinya produksi mobil di Australia bukan berarti produsen tidak lagi menjual produknya di sana. Sampai saat ini Baik itu Toyota, GM, dan lainnya masih berjualan, hanya saja mobil yang dipasarkan datangkan dari negara lain. Sebagai contoh GM akan mengimpor Holden dari Jerman.

(Baca juga: Toyota Resmi Tutup Pabrik Mobil di Australia, Ini Penyebabnya)

Lantas apa yang menyebabkan banyak produsen mobil menutup pabriknya di Australia, padahal permintaan kendaraan diprediksi akan terus berkembang?

Mengutip dari Autoweek, jawabannya lebih kepada makroekonomi dan politik daripada penawaran dan permintaan. Faktor utama yang dikutip dari beberapa pengamat industri adalah tarif impor. Sebagian besar produsen mengekspor mobil mereka ke Australia tidak di kenakan tarif, sedangkan yang memiliki pabrik di sana harus membayar tenaga kerja dengan harga yang tinggi. Dari situ jelas terlihat mana yang lebih menguntungkan prusahaan.

Biaya tenaga kerja yang tinggi merupakan faktor lain yang diprediksi berkontribusi besar terhadap penurunan produksi lokal. Perbedaan antara sekarang dan 20 tahun yang lalu adalah sejumlah negara Asia seperti Malaysia dan Thailand beralih jadi produksi mobil di pasar lokal untuk diekspor ke negara lain. Dengan begitu mereka mendapatkan keunggulan yaitu harga yang kompetitif karena biaya tenaga kerja yang rendah.

(Baca juga: Toyota Indonesia Jajaki Ekspor Mobil Sedan ke Australia)

Sejumlah faktor lain yang menyebabkan banyak pabrik mobil tutup adalah perubahan jenis kendaraan yang disukai oleh orang Australia. Hal tersebut yang mempercepat kemunduran produksi mobil Australia. Penurunan yang cepat terjadi pada mnobil jenis sedan bermesin V6. Mobil Australia disesuaikan, namun pada akhirnya tidak bisa mengikuti selera konsumen yang berubah dengan cepat. Kedatangan mobil pikap dari berbagai produsen juga menyurutkan penjualan mobil jenis Ute yang merupakan kendaraan favorit konsumen Australia sejak lama. Pikap menawarkan mesin diesel sehingga dari segi konsumsi lebih hemat bahan bakar sehingga pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak tidak terlalu besar. (san)

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya